CILEGON – Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Edi Firmansyah, menggelar konferensi pers di Sekretariat Karang Taruna Kota Cilegon, Gedung ICC Masjid Agung Cilegon, Selasa (03/03/2026). Konferensi pers tersebut digelar sebagai bentuk klarifikasi atas dinamika yang terjadi terkait kepengurusan Karang Taruna di Kota Cilegon.
Dalam keterangannya, Edi menanggapi munculnya kepengurusan Karang Taruna yang baru. Ia memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai hal tersebut.
“Menurut saya, no comment terkait itu. Namun terkait temu karya kemarin, kami sudah melakukan konfirmasi di tiga kecamatan, yakni Grogol, Pulomerak, dan Purwakarta. Mereka tidak menerima surat undangan maupun informasi apa pun terkait agenda tersebut,” ujar Edi.
Terkait legalitas organisasi, Edi menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima Surat Keputusan (SK) pengukuhan dari Wali Kota Cilegon. Sementara untuk SK dari pusat, pihaknya mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan agar segera diterbitkan.
Ia juga menegaskan bahwa dalam proses Temu Karya Karang Taruna Provinsi sebelumnya, Karang Taruna Cilegon tetap menjadi peserta penuh. Bahkan, saat itu Ketua Karang Taruna Provinsi sebelumnya, Andika Hazrumy, secara resmi memberikan surat rekomendasi penerbitan SK Karang Taruna Cilegon berdasarkan hasil temu karya.
“Karang Taruna Cilegon versi kami merupakan bentukan Karang Taruna Provinsi pada periode sebelumnya. Saat itu secara resmi diberikan rekomendasi penerbitan SK,” jelasnya.
Edi menambahkan, pihaknya akan tetap melanjutkan roda organisasi karena telah menerima SK pengukuhan dari Wali Kota dan merasa telah menjalankan seluruh amanah sesuai dengan ketentuan Kementerian Sosial, undang-undang, serta pedoman organisasi yang berlaku saat proses berlangsung.
“Kalau hari ini berbicara aturan, memang ada perubahan. Tapi saat proses berjalan, kami menggunakan aturan lama sebelum Rakernas di Tangerang. Jadi kami merasa sudah menunaikan amanah sesuai pedoman yang berlaku saat itu,” tegasnya.
Menanggapi adanya dinamika atau dugaan dualisme kepengurusan, Edi menyatakan pihaknya menyikapi dengan santai selama tujuannya untuk membangun Kota Cilegon dan tidak mengganggu kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.
“Kalau sama-sama ingin membangun Kota Cilegon dan tidak mengganggu kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, silakan saja. Mudah-mudahan dengan adanya dinamika ini justru semakin memberi manfaat bagi pemuda,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Ananda Pohan, menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Edi Firmansyah.
“Kami saat ini mendukung Ketua Edi Firmansyah dan bersama-sama fokus pada program-program yang telah kami susun. Itu yang menjadi prioritas kami ke depan,” singkatnya.
Konferensi pers tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat sekaligus menegaskan komitmen kepengurusan Karang Taruna Cilegon dalam menjalankan program kepemudaan dan sosial di Kota Cilegon.