• Jelajahi

    Copyright © Postbantenmedia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    DKPP Kabupaten Serang Dorong Kemandirian Pangan Lewat Pengembangan Bawang Merah

    Postbanten
    Kamis, 20 Agustus 2026, 23:42 WIB Last Updated 2026-08-21T06:43:01Z
    masukkan script iklan disini
    SERANG, – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang terus mendorong peningkatan produksi bawang merah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan daerah.

    Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan panen bawang merah di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (21/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo, S.Pi., MM., serta perwakilan Baperida dan Bagian Perekonomian Kabupaten Serang.

    Kehadiran sejumlah instansi tersebut sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap bantuan pemerintah yang diberikan kepada petani bawang merah di wilayah Kramatwatu. Program itu juga diarahkan untuk mendukung program Bupati Serang dalam memperkuat kemandirian pangan.

    Suhardjo mengatakan, kebutuhan bawang merah di Kabupaten Serang masih cukup tinggi. Dengan asumsi kebutuhan sekitar tiga kilogram per orang per tahun, kebutuhan bawang merah masyarakat mencapai ribuan ton setiap tahun.

    "Kalau kita prioritaskan kebutuhan bawang, kita per jiwa per tahun kurang lebih tiga kilogram. Dengan jumlah jiwa sekitar 1,5 juta, kebutuhan kita mencapai sekitar 5.000 ton per tahun," kata Suhardjo.

    Menurut dia, kebutuhan tersebut belum sebanding dengan produksi bawang merah yang dihasilkan petani di Kabupaten Serang.
    Suhardjo menyebutkan, produksi bawang merah tahun sebelumnya ditargetkan sekitar 76 ton, tetapi realisasinya hanya mencapai sekitar 74 ton. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa produksi lokal masih jauh dari kebutuhan masyarakat.

    "Makanya kita menggerakkan untuk mencoba merintis menanam bawang ini supaya memenuhi kebutuhan kita sendiri. Walaupun hasil panennya tidak semua untuk konsumsi, karena sebagian bisa digunakan untuk bibit dan ditanam kembali di tempat lain," ujarnya.

    Pengembangan bawang merah, lanjut Suhardjo, tidak hanya dilakukan di Kecamatan Kramatwatu. DKPP juga mendorong pengembangan komoditas tersebut di sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Mancak, Padarincang, dan Lebakwangi.

    Bahkan, DKPP menjadwalkan panen bawang merah di Kecamatan Lebakwangi pada pekan berikutnya sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan tanaman bawang merah di Kabupaten Serang.

    "Pokoknya kita kembangkan, bukan hanya di Kramatwatu. Ada di Mancak, Padarincang, kemudian Lebakwangi. Hari Senin juga akan panen di Lebakwangi. Maksudnya supaya tanaman bawang ini bisa semakin memasyarakat," katanya.

    Suhardjo menjelaskan, bantuan kepada petani bawang merah tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Serang. Bantuan yang diberikan berupa bibit bawang merah serta pupuk.

    Namun, pengembangan bawang merah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan khusus dalam budidaya komoditas tersebut.
    Untuk mengatasi persoalan itu, DKPP mendatangkan tenaga berpengalaman dari Brebes sekaligus memberikan pelatihan kepada warga setempat.

    "Kita juga mendatangkan tenaga dari Brebes. Sedikit-sedikit kita melatih warga sekitar untuk bisa bekerja atau bertani bawang, bagaimana memelihara, memanen, sampai dari bibit menjadi tanaman yang bisa dikonsumsi," ujar Suhardjo.

    Dia berharap pengembangan bawang merah secara bertahap mampu meningkatkan produksi lokal sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daerah lain dapat dikurangi.

    "Harapan kita, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri," katanya.
    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sumber Bawang Desa Toyomerto, Rasito, mengatakan kelompoknya memperoleh bantuan bibit bawang merah dari DKPP Kabupaten Serang.

    "Alhamdulillah kita manfaatkan. Saya tanam bawang, tapi sekarang karena kurang hujan, panennya paling sekitar 80 persen. Panas sekali dan tidak turun hujan," kata Rasito.

    Meski hasil panen tidak maksimal akibat kondisi cuaca, Rasito mengaku tetap bersyukur. Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah sentra bawang merah, termasuk Brebes.
    Rasito menjelaskan, bantuan bibit yang diberikan kepada petani di desanya mencapai satu ton untuk setiap kelompok. Di Desa Toyomerto terdapat empat kelompok tani penerima bantuan dengan total sekitar empat ton bibit.

    "Satu ton itu untuk satu hektare penanaman bawang," ujarnya.

    Dalam kondisi normal, satu ton bibit yang ditanam di lahan satu hektare ditargetkan dapat menghasilkan sekitar 10 ton bawang merah. Namun, hasil tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca dan pemeliharaan tanaman.

    "Kalau memenuhi syarat bisa mencapai 10 ton. Kalau sekarang tidak ada hujan, hasilnya memang berkurang," kata Rasito.

    Rasito menambahkan, sebagian hasil panen kali ini tidak langsung dijual atau dikonsumsi. Kelompok tani berencana menyisihkan hasil panen untuk dijadikan bibit kembali.

    "Kita mau bibitkan lagi. Rencananya mau ditanam lagi sekitar November. Lokasinya di dekat daerah SUTET," ujarnya.

    Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari siklus produksi berkelanjutan sehingga bantuan pemerintah tidak berhenti pada satu kali musim tanam, tetapi mampu memperkuat kapasitas petani dan memperluas areal budidaya bawang merah di Kabupaten Serang.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini