• Jelajahi

    Copyright © Postbantenmedia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Camel Cup 2026 Diikuti 16 Tim, GPK FC Kaweni Kalahkan Persikap 7-2, Warga dan UMKM Ikut Bahagia

    Postbanten
    Sabtu, 17 Oktober 2026, 03:07 WIB Last Updated 2026-10-17T10:07:15Z
    masukkan script iklan disini

    SERANG,  – Turnamen futsal Camel Cup 2026: The Real Liga Rimba yang digelar di Lapangan Cakar, Desa Melati, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, menjadi ajang kompetisi olahraga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat. Turnamen yang diikuti 16 tim dari sejumlah kota dan kabupaten itu berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.

    Pada Sabtu (17/10/2026), kompetisi tersebut menghadirkan hiburan bagi warga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lapangan.

    Salah satu pertandingan mempertemukan Persikap dengan GPK FC Kaweni. Dalam laga tersebut, GPK FC Kaweni berhasil meraih kemenangan dengan skor 7-2 atas Persikap.

    Turnamen ini diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi para pencinta futsal dalam menyalurkan bakat, meningkatkan kemampuan, serta mempererat silaturahmi antarpemain dan masyarakat.
    Wakil pemuda, Khairul Anam, mengatakan bahwa Camel Cup 2026 tidak semata-mata berorientasi pada persaingan dan  kemenangan. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana hiburan sekaligus upaya membangkitkan gairah olahraga futsal di Kecamatan Waringinkurung dan sekitarnya.

    “Kompetisi ini bermaksud untuk hiburan dan ajang silaturahmi. Kami ingin para peminat futsal bisa mengekspresikan diri serta menyalurkan bakat dan kemampuannya,” ujar Khairul.

    Ia berharap kegiatan tersebut mendapatkan dukungan lebih besar dari pemerintah desa dan pihak Kecamatan Waringinkurung, baik dalam bentuk pendanaan maupun dukungan lainnya.

    “Kami berharap pemerintah desa dan kecamatan bisa berpartisipasi. Mudah-mudahan tahun ini berjalan dengan baik, aman, dan damai, serta tahun mendatang bisa lebih meriah,” katanya.

    Jadi Hiburan Warga
    Selain menjadi wadah kompetisi, Camel Cup 2026 juga menarik perhatian masyarakat yang membutuhkan hiburan di akhir pekan.

    Salah seorang penonton, Deucih Umroh, mengaku senang dengan terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menilai pertandingan futsal memberikan pilihan hiburan bagi warga, khususnya pada sore hari.

    “Saya sangat bahagia dengan adanya acara futsal ini. Kami bisa terhibur dan punya kegiatan untuk ditonton pada sore hari,” ujar Deucih.
    Antusiasme penonton menjadi bagian dari suasana kompetisi yang tidak hanya melibatkan pemain, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.

    Pedagang Lokal Rasakan Dampak
    Dampak kegiatan juga dirasakan pelaku UMKM di Kampung Cakar, Desa Melati. Yati Ambarwati, perwakilan pelaku UMKM setempat, mengatakan bahwa meningkatnya aktivitas masyarakat selama turnamen berlangsung turut membantu penjualan dagangannya.

    “Saya sangat bahagia karena dagangan laris dan bisa mendapatkan keuntungan. Mudah-mudahan dengan adanya turnamen ini, kami sebagai pedagang dan pelaku UMKM bisa terus merasakan manfaatnya,” kata Yati.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa turnamen olahraga lokal berpotensi menciptakan perputaran ekonomi di lingkungan sekitar. Kehadiran pemain dan penonton membuka kesempatan bagi pedagang untuk memasarkan produk mereka.

    Meski demikian, keberlanjutan manfaat tersebut membutuhkan penyelenggaraan yang konsisten dan keterlibatan berbagai pihak agar kegiatan olahraga dapat memberikan dampak lebih luas.

    Dukungan Jadi Tantangan Berikutnya
    Camel Cup 2026 memperlihatkan bagaimana inisiatif pemuda dapat mempertemukan kepentingan olahraga, hiburan, dan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan. Dengan melibatkan 16 tim dari sejumlah daerah, turnamen ini juga membuka ruang interaksi antarpemain dan komunitas futsal.
    Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan kompetisi melalui dukungan pemerintah desa, kecamatan, masyarakat, dan pihak terkait. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penyelenggaraan turnamen yang lebih tertata dan meriah pada tahun mendatang.

    Bagi penyelenggara, keberhasilan Camel Cup tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kemampuannya menyediakan ruang bagi bakat anak muda, memperkuat silaturahmi, serta memberikan peluang ekonomi bagi warga sekitar.
    Dengan demikian, Camel Cup 2026 diharapkan menjadi agenda olahraga lokal yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Waringinkurung dan sekitarnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini