• Jelajahi

    Copyright © Postbantenmedia
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Gotong Royong Warga Karangasem Perkuat Rehabilitasi RTLH Ibu Hatijah, Anggaran Rp30 Juta Hadirkan Harapan Baru

    Postbanten
    Rabu, 21 Oktober 2026, 02:36 WIB Last Updated 2026-10-21T09:36:16Z
    masukkan script iklan disini
    CILEGON, – Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Hatijah di Kelurahan Karangasem, Kota Cilegon. Melalui kolaborasi pemerintah, Kelompok Masyarakat (Pokmas), keluarga, dan warga sekitar, pembangunan yang didukung anggaran Rp30 juta itu dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 20 hari.

    Proses pembangunan tersebut tidak hanya menghadirkan perbaikan fisik rumah, tetapi juga memperlihatkan kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama. Dukungan tenaga dan swadaya warga turut memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan program tersebut.

    Lurah Karangasem, H. Safiudin, S.Ag., M.M., mengatakan, partisipasi masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan program pembangunan pemerintah. Menurut dia, dukungan warga sangat diperlukan agar kegiatan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat optimal.

    “Setiap program pemerintah tidak lepas dari partisipasi masyarakat. Gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan. Kalau masyarakat kompak dan saling mendukung, insyaallah pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” ujar Safiudin, Rabu (21/10/2026).

    Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran bukan berarti pembangunan tidak dapat menghasilkan manfaat yang maksimal. Dengan kebersamaan, bantuan tenaga, dan swadaya masyarakat, hasil pembangunan diharapkan menjadi lebih baik.

    Safiudin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mendukung program rehabilitasi rumah tersebut.

    Anggaran Rp30 Juta Diperkuat Swadaya Warga
    Ketua Pokmas Kelurahan Karangasem, Masuri, menjelaskan bahwa rehabilitasi rumah Ibu Hatijah menggunakan anggaran sebesar Rp30 juta. Namun, tingginya perhatian masyarakat terhadap pembangunan tersebut mendorong tumbuhnya semangat gotong royong di lingkungan sekitar.

    Menurut Masuri, rumah Ibu Hatijah berada di lokasi strategis, tepatnya di persimpangan jalan di tengah kampung dan berdekatan dengan masjid yang baru selesai dibangun. Keberadaan rumah di pusat aktivitas warga turut membuat proses rehabilitasi mendapat perhatian masyarakat.

    “Karena lokasinya berada di jantung kampung dan berdekatan dengan masjid, pembangunan RTLH ini mendapat perhatian masyarakat. Warga akhirnya bisa guyub, rukun, dan bergotong royong,” kata Masuri.

    Warga sekitar pun memberikan dukungan melalui swadaya sesuai kemampuan masing-masing.

    Bagi Masuri, keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Anggaran pemerintah yang dikelola secara swakelola berpadu dengan kepedulian warga sehingga hasil pembangunan dinilai melampaui ekspektasi awal.

    “Alhamdulillah, keluarga Ibu Hatijah ikut membantu dan bergotong royong. Masyarakat juga mendukung melalui swadaya. Jadi, ada kolaborasi antara anggaran pemerintah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

    Pembangunan yang berlangsung sekitar 20 hari itu menjadi gambaran bahwa program bantuan sosial dapat memberikan dampak lebih luas ketika masyarakat ikut terlibat. Selain memperbaiki kondisi rumah, prosesnya juga memperkuat hubungan sosial dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

    Tiga Kegiatan Pokmas pada Termin Kedua
    Masuri menjelaskan, pada termin kedua, Pokmas Kelurahan Karangasem melaksanakan tiga kegiatan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

    Kegiatan pertama adalah pemasangan penerangan jalan lingkungan (PJL) di Lingkungan Jerang Ilir sebanyak lima titik dengan satu panel. Kegiatan kedua berupa pemasangan PJL di Lingkungan Sambiranggon sebanyak lima titik dengan satu panel. Adapun kegiatan ketiga adalah rehabilitasi RTLH milik Ibu Hatijah.

    Ia berharap seluruh program tersebut dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Menurut dia, pelaksanaan pembangunan melalui Pokmas memungkinkan kegiatan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.

    “Kami berharap program Pokmas berjalan dengan baik dan lancar karena program ini langsung menyentuh akar rumput, langsung kepada masyarakat,” tutur Masuri.

    Ia juga berharap Pemerintah Kota Cilegon dapat terus menjaga keberlanjutan program pembangunan berbasis masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

    Selain itu, Masuri berharap pelaksanaan kegiatan pada termin ketiga dapat segera direalisasikan agar program pembangunan yang telah direncanakan dapat berlanjut sesuai kebutuhan warga.

    Warga Diminta Merawat Hasil Pembangunan
    Masuri mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berpartisipasi selama proses pembangunan, tetapi juga ikut menjaga dan merawat hasilnya setelah pekerjaan selesai.

    Menurut dia, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata diukur dari selesainya pekerjaan fisik, melainkan juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat.

    “Harapan kami, dengan adanya pembangunan ini, masyarakat bisa menjaga dan merawatnya dengan baik. Sebab, pembangunan ini merupakan hasil kerja bersama yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” katanya.

    Rehabilitasi rumah Ibu Hatijah menjadi cerminan bahwa pembangunan yang berpijak pada kepedulian dan kebersamaan dapat menghadirkan harapan baru bagi warga. Dukungan pemerintah menjadi fondasi, sementara gotong royong masyarakat memperkuat pelaksanaannya.

    Melalui kolaborasi tersebut, pembangunan tidak hanya berbicara tentang anggaran dan hasil pekerjaan, tetapi juga tentang bagaimana kepedulian sosial dapat tumbuh dan menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini