Iklan

Pemimpin Bukan Sekadar Jabatan, Melainkan Perjuangan Besar, Masduki Ketua Terpilih Periode 2025 - 2030

Kamis, 30 April 2026, 05:24 WIB Last Updated 2026-04-30T12:24:40Z
masukkan script iklan disini
CILEGON – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk bergerak lebih agresif pada periode kepengurusan 2025-2030. 

Ketua terpilih, Masduki, menyebut kepemimpinannya bukan sekadar jabatan, melainkan awal perjuangan besar untuk menjawab persoalan serius di Kota Cilegon.



Menurut Masduki, langkah pertama yang akan dilakukan adalah safari roadshow ke berbagai kampus di Cilegon guna memperkuat kaderisasi HMI di tingkat cabang maupun komisariat.


“Kegiatan kita tidak selesai sampai di sini. Kami akan roadshow ke beberapa kampus agar HMI di cabang-cabang dan komisariat tumbuh kuat. Ini tanggung jawab kami untuk bersama adik-adik kader,” ujar Masduki.


Soroti Investasi Besar, Tapi Pengangguran Tetap Tinggi
Masduki menilai persoalan terbesar Cilegon saat ini adalah ketidakseimbangan antara derasnya investasi dengan tingginya angka pengangguran. 


Ia mempertanyakan efektivitas kebijakan yang selama ini dijalankan pemerintah daerah maupun industri.
“Investasi masuk besar, tapi pengangguran juga luar biasa. Di sini yang salah kebijakannya apa? Regulasi seperti apa? Ini harus dibahas serius,” tegasnya.


Ia juga menyoroti pertemuan-pertemuan antara pemerintah dan HRD perusahaan yang dinilai hanya bersifat seremonial tanpa hasil nyata.

“Hari ini pemerintah sudah sering bertemu HRD, tapi kita lihat sebatas seremonial. Output-nya belum ketemu. Untuk magang sesuai jurusan saja susah,” katanya.


KAHMI Siap Datangi Industri, Dorong Lapangan Kerja
Tak hanya kampus, KAHMI Cilegon juga akan menjalin komunikasi langsung dengan kalangan industri. Tujuannya agar generasi muda Cilegon dipersiapkan dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.



Selain itu, Masduki mendorong kolaborasi industri dengan UMKM lokal agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh.
“Harus muncul UMKM-UMKM yang didukung BUMN maupun BUMD. Ini yang harus kita jabarkan ke depan,” ujarnya.


Singgung CSR dan Siap Kritik Pemerintah Saat ditanya soal dugaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak tepat sasaran serta meningkatnya angka pengangguran, Masduki menegaskan KAHMI akan menjalankan fungsi kontrol sosial secara etis namun tegas.
Menurutnya, gaya kritik HMI selalu berlandaskan ilmu dan nilai-nilai Islam.


“Style HMI menyampaikan kritik itu dengan ilmu. Kalau dengan ilmu tidak didengar, dengan contoh baik tidak didengar, kita berdiskusi keras. Kalau tetap tidak didengar, baru kita turun ke lapangan,” tegas Masduki disambut tawa peserta.


Konsolidasi Besar Dimulai
Masduki menegaskan inti gerakan KAHMI Cilegon ke depan adalah konsolidasi internal, penguatan kader, pengawalan kebijakan publik, dan keberpihakan terhadap masyarakat.


Dengan nada penuh semangat, ia memastikan KAHMI tidak akan diam melihat persoalan pengangguran dan ketimpangan ekonomi di Kota Baja.
“Ini baru awal perjuangan,” pungkasnya.


Komentar

Tampilkan

Terkini