Kota Cilegon – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Cilegon menggelar kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 8 kecamatan dan 43 kelurahan, serta unsur pengurus ranting. Musancab menjadi momentum konsolidasi partai dalam memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon, H. Reno Yanuar, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musancab berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Semoga Musancab ini mendapat ridho dari Allah SWT, serta perjuangan kita mendapat restu dari seluruh masyarakat Kota Cilegon. Kami berharap PDI Perjuangan terus bisa berjuang untuk kepentingan masyarakat, khususnya di Kota Cilegon,” ujarnya.
Reno juga menegaskan sikap realistis partai dalam menghadapi kontestasi politik ke depan. Ia mengingatkan bahwa PDI Perjuangan pernah meraih empat kursi di DPRD Kota Cilegon, bahkan sempat menduduki posisi pimpinan DPRD.
“Kita pernah mendapatkan empat kursi dan juga pernah menjadi pimpinan DPRD pada masa kepemimpinan Bapak Haji Nana Sumarna. Target kita realistis, minimal kembali meraih empat kursi, syukur bisa lebih. Dengan semangat PAC se-Kota Cilegon, saya optimis capaian itu bisa diraih kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Ade Sumardi, menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi di tingkat kecamatan melalui pengisian kepengurusan yang terstruktur dan selektif.
Menurutnya, kader yang dipilih harus memiliki loyalitas, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap partai dan masyarakat.
“Pengurus partai harus benar-benar orang yang siap berjuang. Ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab organisasi yang ujungnya adalah mengurus rakyat. Karena itu, kader harus loyal, peduli, dan siap ditempatkan di posisi mana pun,” tegas Ade.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader harus siap menerima penugasan, baik sebagai ketua, sekretaris, maupun anggota, tanpa rasa keberatan.
“Kader harus siap ditempatkan di mana saja. Jangan berkecil hati jika tidak menjadi ketua. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berkontribusi untuk partai dan masyarakat,” lanjutnya.
Melalui Musancab ini, PDI Perjuangan Kota Cilegon diharapkan semakin solid dalam menata organisasi dan memperkuat basis dukungan masyarakat, guna menghadapi agenda politik ke depan.